
TIKTAK.ID – Munculnya tiga kasus baru Covid-19 di kota terbesar di Selandia Baru, Auckland, memaksa Perdana Menteri negara itu Jacinda Ardern memerintahkan untuk dilakukan isolasi. Langkah ini akan dilakukan selama tiga hari dan mewajibkan penduduk kota itu untuk tinggal di rumah.
Ardern mengatakan negara akan bertindak “keras” setelah kasus-kasus diidentifikasi, seperti yang dilaporkan BBC.
Selandia Baru telah mendapat pujian luas atas penanganan pandemi, setelah berhasil mencegah penularan selama berbulan-bulan di negara itu.
Sejak awal, Selandia Baru menutup perbatasannya sepenuhnya bagi hampir semua warga negara asing atau penduduk di awal pandemi, dengan tujuan untuk menghilangkan virus.
Selandia Baru, dengan populasi penduduk lima juta jiwa, telah mencatat lebih dari 2.300 kasus Covid dan 25 orang meninggal dunia.
Langkah-langkah yang diambil di Auckland mengharuskan 1,7 juta jiwa penduduknya untuk tinggal di rumah kecuali untuk berbelanja dan mengerjakan hal penting. Sekolah dan toko non-esensial akan tutup, akses masuk dan keluar kota juga dibatasi.
Ardern mengatakan selama tiga hari, Pemerintah harus bisa mendapatkan lebih banyak informasi dan melakukan lebih banyak pengujian, dan juga akan membantu menentukan apakah ada penularan pada komunitas.
“Kasus baru Covid-19 di masyarakat adalah sesuatu yang tidak seorang pun dari kami ingin ini terjadi,” kata Wali Kota Auckland Phil Goff, menambahkan pembatasan adalah “cara terbaik untuk membasmi virus”.
Sementara di wilayah lain, dilakukan upaya yang lebih ketat dengan kewaspadaan yang lebih tinggi, sekolah dan bisnis tetap buka namun orang-orang didorong untuk mencari cara kerja alternatif jika memungkinkan.
Penguncian di negara itu memaksa penundaan dua balapan berlayar Piala Amerika, salah satu dari sedikit acara olahraga besar tanpa batasan penonton.
Tiga kasus yang sebelumnya diumumkan pada Minggu ini, adalah seorang ibu, ayah, dan anak perempuan di Auckland Selatan.
Tidak jelas bagaimana ketiganya dapat tertular Covid. Sang ibu bekerja di departemen binatu untuk fasilitas katering maskapai penerbangan, sementara media Selandia Baru mengatakan bahwa sang ayah adalah seorang pedagang.
Direktur Jenderal Kesehatan Selandia Baru, Dr Ashley Bloomfield mengatakan timnya “bekerja dengan asumsi bahwa virus kali ini adalah salah satu varian baru”.
Dia menambahkan bahwa fokus awal pada penyelidikan adalah tempat kerja ibu tersebut “karena hubungannya yang jelas dengan perbatasan”.
Pemimpin oposisi, Judith Collins mendesak warga Selandia Baru untuk mengikuti nasihat pejabat kesehatan.
Tapi dia juga meminta pekerja perbatasan untuk divaksinasi, dengan mengatakan, “Jika ini terbukti, maka akan menjadi kegagalan perbatasan lain yang tidak dapat diterima. Perbatasan kita seharusnya sudah sekuat batu sekarang.”