
TIKTAK.ID – Mantan Perdana Menteri Inggris, Tony Blair mengatakan bahwa penarikan pasukan AS dari Afghanistan adalah sebuah kesalahan yang didasarkan pada slogan “bodoh”. Dia menggambarkan keputusan untuk menarik pasukan AS dari negara itu sebagai sesuatu yang “tragis, berbahaya dan tidak perlu”.
Blair, yang mengirim pasukan Inggris ke Afghanistan 20 tahun lalu, mengatakan keterlibatan tentaranya di Afghanistan bukanlah “usaha tanpa harapan” meskipun Taliban kini telah mengambil alih.
Dan pengorbanan yang dilakukan oleh pasukan Inggris “tidak sia-sia”, tambahnya, seperti yang dikutip dari BBC.
Pria 68 tahun itu mengatakan pencapaian di Inggris selama 20 tahun terakhir -termasuk generasi yang tumbuh tanpa pemerintahan Taliban- adalah “tujuan baik” yang “penting hari ini”.
Berbicara kepada para penyiar, mantan pemimpin Partai Buruh itu berbagi keprihatinan, tidak hanya terhadap orang-orang Afghanistan yang katanya akan dirugikan, tetapi juga untuk keamanan negara-negara Barat.
Dia mengatakan Taliban “akan memberikan perlindungan dan bantuan kepada Al Qaeda -Anda memiliki ISIS yang mencoba beroperasi di negara itu pada saat yang sama”.
“Anda melihat ke seluruh dunia dan satu-satunya orang yang benar-benar mendukung keputusan ini adalah orang-orang yang memusuhi kepentingan Barat,” tambahnya.
Blair mengatakan Inggris memiliki “kewajiban moral” untuk tinggal di Afghanistan sampai “semua orang yang perlu sudah dievakuasi”.
Dia menulis di situs webnya: “Kita harus mengevakuasi dan memberikan perlindungan kepada mereka yang menjadi tanggung jawab kita -orang-orang Afghanistan yang membantu kita dan mendukung kita dan memiliki hak untuk menuntut kita mendukung mereka”.
Ini tidak boleh dilakukan “dengan enggan tetapi harus dengan rasa kemanusiaan dan tanggung jawab yang mendalam”, tambahnya.
Pada Minggu (22/8/21) Kementerian Pertahanan mengatakan tujuh warga sipil Afghanistan tewas dalam kerumunan yang kacau di luar bandara internasional kota itu.
Sebelumnya AS mengatakan akan menarik pasukannya pada 31 Agustus, namun Presiden Biden mengatakan pasukannya mungkin akan melewati tanggal yang ditetapkan untuk membantu evakuasi.
Blair mengakui kesalahan yang telah dibuatnya di Afghanistan, tetapi “reaksi terhadap kesalahan kami, sayangnya, menimbulkan kesalahan lebih lanjut”. Dia mengatakan, sementara “keuntungan nyata selama 20 tahun terakhir” sekarang kemungkinan akan hilang.
Dia mengklaim bahwa ekonomi Afghanistan sekarang tiga kali lipat lebih besar daripada ketika Inggris menginvasi negara itu bersama AS pada 2001 dan sekitar 200.000 warga Afghanistan pergi ke universitas tahun ini -termasuk 50.000 wanita.
Penarikan itu akan membuat “kelompok-kelompok jihad di seluruh dunia bersorak”, katanya.