
TIKTAK.ID – Sejumlah ahli menyarankan untuk mengonsumsi air putih di pagi hari. Mengutip Medical News Today, minum air putih di pagi hari bisa mengganti cairan tubuh yang hilang selama tidur.
Seperti dilansir Kompas.com, berikut ini beberapa manfaat minum air putih di pagi hari.
- Menurunkan berat badan
Banyak orang percaya bahwa minum air putih di pagi hari mampu membantu menurunkan berat badan.
Menurut studi pada 2019 berjudul “Influence of Water Intake and Balance on Body Composition in Healthy Young Adults from Spain”, asupan cairan yang lebih tinggi mempunyai hubungan dengan peningkatan komposisi tubuh pada orang dewasa muda.
Kemudian penelitian pada 2010 “Water Consumption Increases Weight Loss During a Hypocaloric Diet Intervention in Middle-aged and Older adults” menyatakan, orang dewasa paruh baya dan lebih tua kehilangan lebih banyak berat badan saat minum 500 mililiter (ml) air putih sebelum makan selama 12 minggu.
- Meningkatkan kinerja kognitif
Air putih bisa berdampak terhadap kognisi dan kinerja mental. Hal itu karena dehidrasi ringan dapat memiliki efek buruk pada kognisi.
Berdasarkan ulasan pada 2019 berjudul “The impact of water consumption on hydration and cognition among schoolchildren: Methods and results from a crossover trial in rural Mali”, ada tren peningkatan kinerja mental pada peserta studi yang terhidrasi.
- Meningkatkan suasana hati
Minum air putih ternyata memiliki efek positif pada suasana hati seseorang. Sebuah studi pada 2014 berjudul “Effects of changes in water intake on mood of high and low drinkers” mengklaim orang yang biasanya minum air putih dalam jumlah sedikit memiliki suasana hati yang lebih baik saat mereka meningkatkan asupan air.
Penelitian lain menyebut ketika individu mengurangi asupan air putih, maka mereka mengalami lebih banyak rasa haus, penurunan kepuasan, dan pengurangan ketenangan dan emosi positif.
- Baik untuk kulit
Beberapa orang meyakini peningkatan asupan cairan dapat meningkatkan kesehatan kulit. Sebab, kulit mengandung sekitar 30 persen air. Sebuah studi pada 2015 berjudul “Dietary water affects human skin hydration and biomechanics” menjelaskan, peningkatan asupan air putih mungkin memiliki efek positif pada fisiologi kulit.