
TIKTAK.ID – Peneliti militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi mempertanyakan pernyataan Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto yang meminta agar masyarakat tak berpolemik berkaitan dengan temuan seaglider.
Menurut dia, perbincangan soal temuan ini akan terus bergulir jika tak ada langkah konkret dari Pemerintah dan pihak TNI.
“Harus diingat, rakyat adalah pemilik rumah yang namanya Indonesia ini. Wajar enggak sih, jika pemilik rumah meributkan gangguan terhadap keamanan rumahnya?” cetus Fahmi saat dihubungi, Senin (4/1/21).
Baca juga : Serpihan Diduga Bangkai Pesawat Luar Angkasa China Ditemukan di Kotawaringin Barat
“Atau sebaliknya, wajar enggak jika pemilik rumah membahas tentang bagaimana penjaga rumah membereskan gangguan dan melindungi asetnya?” lanjutnya.
Sebelumnya, Prabowo, melalui Jubirnya, Dahnil Anzar Simanjuntak, meminta semua pihak tak berpolemik soal temuan seaglider ini.
“Kementerian Pertahanan mengajak publik tidak berpolemik yang kontraproduktif, Kementerian Pertahanan dan Mabes TNI khususnya Angkatan Laut pasti akan menangani permasalahan tersebut,” kata Dahnil saat menyampaikan keterangan, Senin (4/1/21).
Baca juga : Kasus Positif Covid-19 Pecah Rekor, Bertambah 8.854 Kasus dalam Sehari
Fahmi menyebut keamanan wilayah perairan Indonesia khususnya di laut memiliki banyak celah dan rawan disusupi pihak asing. Khususnya, di wilayah-wilayah perbatasan yang ada di teriotorial Indonesia.
Pasalnya, alat utama sistem persenjataan (alutsista) RI minim sekaligus pengelolaan kelautan di Indonesia yang buruk.
“Harus diakui, keamanan laut kita masih menyisakan banyak celah rawan, baik di perbatasan maupun di perairan teritorial,” ujarnya.
Dia pun menduga seaglider yang ditemukan di Selayar itu sesuatu yang sengaja dipasang di perairan Indonesia dengan tujuan buruk atau berpotensi merugikan Indonesia.
Baca juga : Ahok Dilindungi 2 Sosok Mengenakan Atribut Perang Bawa Tombak dan Pedang
Halaman selanjutnya…