
TIKTAK.ID – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dianggap telah memanfaatkan salat Idulfitri berjemaah di Jakarta International Stadium (JIS) sebagai panggung politik, sekaligus upaya menggeser stigma kedekatan dengan kelompok garis keras.
Sejumlah pengamat politik mengatakan bahwa Anies memanfaatkan momentum itu demi menunjukkan kemampuan mengerahkan massa. Anies bahkan disebut-sebut tengah habis-habisan sebelum masa jabatannya berakhir Oktober mendatang.
Menurut pengamat politik Universitas Al-Azhar Indonesia, Ujang Komarudin, Anies sukses memanfaatkan momentum salat Id di JIS. Dia menilai hal itu tampak dari jemaah yang berjubel saat salat tersebut.
Baca juga : Sandiaga Kunjungi Zulhas, PAN: Tak Ada Agenda Politik
Ujang mengklaim Anies sengaja menjadikan momen itu sebagai panggung politik. Dia menyebut Anies perlu “gong” sebelum masa jabatannya habis beberapa bulan lagi.
“Ini soal momentum selesainya [pembangunan] JIS, Idulfitri, dan Anies bakal berhenti. Pasti [momentum salat Id di JIS] juga akan dimanfaatkan sebagai panggung politik,” ujar Ujang, seperti dilansir CNNIndonesia.com, Selasa (3/5/22).
Sementara itu, pengamat politik dari Universitas Padjadjaran, Kunto Adi Wibowo, berpendapat Anies “cerdik” mencuri perhatian. Sebab, kata Kunto, Anies menggunakan momen salat Id untuk menunjukkan kemampuan mengerahkan massa dan membangun infrastruktur.
Baca juga : Datang Berziarah, Prabowo Akui Dirinya Tukang Pijat Gus Dur
Kunto menyatakan bahwa strategi Anies sangat jitu. Dia pun memprediksi manuver ini akan berdampak positif bagi persiapan Anies menuju 2024.
“Tentu saja Anies akan sangat berharap dapat berdampak pada elektabilitas di survei dan bagaimana parpol mempersepsi dia,” ungkap Kunto.
“Mendapatkan sekian ribu orang bukan hal yang mudah, dan dia [menunjukkan] punya massa riil, enggak hanya massa di media sosial,” imbuhnya.
Baca juga : Gus Irfan Putra Pendiri NU Ungkap Ramalan Gus Dur: Prabowo Jadi Presiden di Usia Tua
Kunto menjelaskan, Anies berhasil tampil beda daripada kandidat presiden lainnya dengan salat Idulfitri di JIS. Pasalnya, lanjut Kunto, kandidat lain seperti Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, hanya mengandalkan safari politik yang terkesan elitis.
“Dia (Anies) genuinely, secara alamiah, mengumpulkan massa yang sangat besar dalam salat Id itu yang menurut saya menunjukkan kalau ‘orang respect lho sama saya’,” ucap Kunto, menirukan ucapan imajiner Anies.
Tidak hanya itu, Ujang mengklaim salat Idulfitri di JIS sekaligus menjadi ajang bagi Anies untuk membersihkan stigma. Hal itu karena selama ini Anies kerap dilekatkan dengan kelompok Islam garis keras, seperti Persaudaraan Alumni 212 dan Front Pembela Islam (FPI).