
TIKTAK.ID – Seorang pria ditemukan bangkit dari kematian setelah disimpan di lemari es kamar mayat selama hampir tujuh jam di Meerut, sebuah kota di negara bagian Uttar Pradesh, India.
Pria 40 tahun bernama Srikesh Kumar itu, kini tengah menjalani perawatan khusus dan kondisinya dilaporkan telah membaik. Meski, dia masih belum sadar.
Srikesh Kumar merupakan seorang yang berprofesi sebagai tukang listrik, ditabrak sepeda motor yang melaju kencang pada Kamis (18/11/21) malam dan dinyatakan meninggal oleh seorang dokter. Setelah itu staf rumah sakit memindahkannya ke ruang pendingin di kamar mayat, seperti yang dilansir Sputnik, Minggu (21/11/21).
Namun, tujuh jam kemudian, ketika ipar perempuan Kumar, Madhu Bala, datang untuk mengidentifikasi mayatnya dan menandatangani dokumen untuk dilakukan otopsi, dia melihat Kumar bergerak dan meminta tolong.
Bala juga membuat video tentang Kumar yang bangkit dari kematian dan diedarkan di Internet, yang memperlihatkan Kumar terbaring dalam keadaan tidak sadar, bernapas dengan normal saat ia menunjukkan bahwa dirinya masih hidup.
Seorang petugas polisi setempat, Dr Shiv Singh mengatakan kepada IANS Newswire India bahwa petugas medis darurat telah memeriksa pasien pada pukul 3 pagi dan diketahui tidak ada detak jantung.
“Dia telah memeriksa pria itu beberapa kali. Setelah itu, dia dinyatakan meninggal, tetapi pada pagi hari, tim polisi dan keluarganya menemukannya dalam keadaan hidup,” kata Singh.
Meskipun Kumar saat ini sedang menjalani perawatan dan kondisinya tampaknya telah membaik, dia masih belum sadarkan diri.
Keluarganya sekarang berencana untuk mengajukan pengaduan polisi terhadap dokter karena kelalaiannya.
“Mereka hampir membunuh Srikesh dengan memasukkannya ke dalam kamar pendingin,” kata Bala.
Namun, petugas polisi setempat mengatakan bahwa itu adalah kasus yang jarang terjadi, oleh karena itu, “Kami tidak bisa menyebutnya kelalaian”.
Polisi telah meluncurkan penyelidikan atas kasus tersebut.
Peristiwa yang sama juga pernah terjadi di Kenya, pada akhir tahun lalu. Peter Kigen, 32 tahun dinyatakan meninggal dunia dan jenazahnya langsung dipindahkan ke kamar mayat. Namun, ketika petugas rumah sakit bersiap untuk melakukan proses pembalseman, Kigen bangkit dan berteriak sekuat tenaga ketika seorang staf rumah sakit mengiris kakinya hingga terluka.