
TIKTAK.ID – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dianggap mustahil menjadi calon presiden (Capres) 2024, berpasangan dengan Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto, dalam ajang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang. Ide memasangkan Ganjar dengan Prabowo pada kontestasi politik lima tahunan itu disebut-sebut sulit terwujud.
“Memang gagasan untuk memasangkan Ganjar Pranowo – Prabowo Subianto cukup menarik sebagaimana dalam survei terbaru Charta Politika Indonesia unggul dari pasangan calon lain. Namun gagasan itu hampir mustahil sekali untuk direalisasikan,” ujar Peneliti Indikator Politik Indonesia, Bawono Kumoro, pada Sabtu (24/12/22), seperti dilansir Sindonews.com.
Bawono berpendapat simulasi memasangkan kedua tokoh itu adalah hal yang sangat aneh dan tidak baik dari segi kepantasan.
Baca juga : Tak Persoalkan Jika Ridwan Kamil Batal Gabung, Golkar: Bukan Kiamat
“Dan juga gengsi politik jika usai maju sebagai calon presiden dalam dua pemilihan presiden terdahulu, kemudian maju sebagai calon wakil presiden di pemilihan presiden mendatang,” terang Bawono.
Bawono menjelaskan bahwa memosisikan Prabowo sebagai Cawapres sama saja meminta halus kepada Ketua Umum Partai Gerindra tersebut untuk tidak maju dalam Pilpres 2024. Dia lantas mengingatkan bahwa Rapat Pimpinan Nasional Partai Gerindra beberapa bulan lalu telah mengamanatkan Prabowo Subianto sebagai calon presiden, bukan calon wakil presiden (Cawapres).
“Tidak hanya itu, pencalonan kembali dari Prabowo sebagai calon presiden di pemilihan presiden tahun 2024 bernilai sangat strategis bagi Partai Gerindra, supaya bisa menghadirkan efek ekor jas (coatail effenct). Sebab, pemilihan presiden dan pemilihan legislatif mendatang akan kembali berlangsung bersamaan dalam satu hari sebagaimana pada 2019 lalu,” tutur Bawono.
Baca juga : Elektabilitas Kian Moncer, KIB Siap Usung Erick Thohir Jadi Cawapres?
Untuk diketahui, Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto berpotensi unggul bila berduet sebagai Capres-Cawapres 2024. Berdasarkan hasil simulasi sejumlah nama yang disandingkan dengan nama lainnya, pasangan Ganjar-Prabowo paling banyak dipilih.
Dalam survei Charta Politika tersebut, Ganjar-Prabowo meraih angka 45,3%. Angka tersebut pun menunjukkan bahwa pasangan Ganjar-Prabowo berpotensi menang satu putaran dalam Pilpres 2024.
“Ada kecenderungan jika Ganjar Pranowo bersanding dengan Prabowo Subianto, maka mereka berpotensi menang satu putaran. Apakah hal ini bakal terjadi? Saya pikir butuh analis yang lebih mendalam secara politik terkait,” jelas Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya dalam rilisnya, pada Kamis (22/12/22).