
TIKTAK.ID – Pengadilan keluarga di Inggris mengungkapkan temuan yang menghebohkan. Pengadilan ini memutuskan Penguasa Dubai terlibat dalam penculikan dua anaknya dan mengintimidasi istri terakhirnya, seperti yang dilaporkan The Guardian, Kamis (5/3/20).
Temuan persidangan itu mengungkapkan bahwa Wakil Presiden dan sekaligus Perdana Menteri Uni Emirat Arab, Sheikh Mohammed bin Rashid al-Maktoum kemungkinan besar telah melanggar aturan di Inggris dan hukum internasional. Temuan ini tentu saja berisiko merusak keharmonisan hubungan diplomatik Inggris dengan Uni Emirat Arab.
Sebagian besar putusan pengadilan pencari fakta itu dirangkum dalam 34 halaman dokumen oleh Presiden Divisi Keluarga, Pengadilan Tinggi di Inggris dan Wales, Sir Andrew McFarlane.
Dokumen itu mencatat hilangnya Putri Shamsa di Cambridge pada 2000, ketika dia berusia 20 tahun. Dokumen juga mencatat peristiwa penangkapan Putri Latifa oleh pasukan komando India di Samudra Hindia pada 2018, saat itu Putri Latifa berusia 32 tahun, dan selanjutnya dipaksa dipulangkan ke Dubai.
Baca juga: Anggota Parlemen Turki Adu Jotos Terkait Kasus Suriah
Tindakan Sheikh terungkap setelah istri terakhir atau keenamnya, Putri Haya, 45 tahun, melarikan diri ke London pada April lalu bersama dua anak kecil mereka. Nah, upaya Sheikh untuk membawa anak-anak Putri Haya ke Dubai ini memicu tindakan hukum yang berakhir di pengadilan keluarga di Inggris.
Haya menolak mengirim pulang dua anaknya dan menuntut perlindungan London dari pernikahan paksa, sebab Sheikh dituduh mencoba memaksa anak Haya untuk menikah dengan Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman bin Abdulaziz Al Saud atau MBS.
Putusan pengadilan juga mencatat bahwa Haya menceritakan tentang hilangnya Shamsa pada 2016. Namun pada saat itu dia tak percaya jika suaminya terlibat.
Sheikh Mohammed adalah ayah dari 25 anak, dengan Haya sebagai istri terakhir atau keenam dan dengan Haya memiliki dua anak.
Baca juga: Empat Hari Pasca Perjanjian ‘Damai’, AS Bombardir Kelompok Taliban Via Udara
Sheikh Mohammed menolak mengakhiri salah satu dari beberapa audiensi di Royal Courts of Justice di London. Sementara istrinya, Haya, hadir secara rutin di pengadilan dengan didampingi pengacara perceraian terkemuka Lady Shackleton.
Halaman selanjutnya…