
TIKTAK.ID – Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya mengatakan bahwa kecil kemungkinan Gerindra akan berkoalisi dengan PDI Perjuangan dalam ajang Pemilu Presiden (Pilpres) 2024 mendatang. Apalagi, Yunarto menyebut baru-baru ini Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto, sudah menyatakan kesiapannya maju sebagai calon presiden.
“Menurut saya tetap sulit jika PDIP dengan Gerindra, karena logika dari pembagian kekuasaannya agak sulit,” ungkap Yunarto, seperti dilansir Kompas.com, pada Minggu (14/8/22).
Menurut Yunarto, elektabilitas PDIP jauh mengungguli Gerindra. Dia mengatakan pada Pemilu 2019 silam, PDIP menempati posisi puncak dengan perolehan 27.503.961 suara atau 19,33 persen. Kemudian Gerindra mengekor di urutan kedua dengan mengantongi 17.594.839 suara atau 12,57 persen.
Baca juga : Ngeri, RI Sukses Bikin Motor Trail Listrik Tempur, Sniper Mematikan hingga Senapan Amfibi
Yunarto menjelaskan, bila melihat elektabilitas tersebut, maka logikanya kursi calon presiden menjadi jatah PDIP. Dia menilai sebagai partai penguasa, PDIP enggan jika hanya mendapat kursi calon wakil presiden. Di sisi lain, Gerindra sudah mendeklarasikan Prabowo maju sebagai Capres.
“PDIP tentu saja tak mau hanya menjadi Cawapres, lantaran partainya lebih kuat. Tapi Pak Prabowo juga tidak mau menjadi Cawapres karena memang kapasitasnya adalah Capres,” terang Yunarto.
Jika melihat peta politik saat ini, Yunarto menyatakan bakal sulit bagi Gerindra untuk berkoalisi dengan partai berlambang banteng tersebut.
Baca juga : Genjot Pembangunan Bendungan, Jokowi Bikin RI Tak Impor Beras 3 Tahun Berturut-turut
“Itu yang menyebabkan dari awal saat muncul isu Prabowo-Puan bukan sebuah hal yang mudah untuk dipertemukan,” ujar Yunarto.
Yunarto melanjutkan, alih-alih dengan PDIP, lebih mudah bagi Gerindra bila berkoalisi dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), sebagaimana yang telah diresmikan belum lama ini. Meski begitu, dia menganggap koalisi-koalisi yang terbentuk saat ini masih sangat mungkin berubah hingga menjelang hari H Pemilu 2024 nanti.
“Apa yang diresmikan sekarang itu kalau kita analogikan dalam perkawinan baru lamaran. Namun janur kuningnya itu kan akad nikahnya, dan baru akan dilakukan pada saat resmi pendaftaran KPU (Komisi Pemilihan Umum),” tutur Yunarto.
Baca juga : Dianggap Sukses Tangani Gejolak Ekonomi, Anggota DPR Apresiasi Pemerintahan Jokowi
“Kita tahu dengan sikap pragmatisme politik dari partai dan elite, biasanya sampai masa injury time masih dapat berubah,” imbuh Yunarto.
Sebelumnya, Prabowo telah menyatakan bakal mencalonkan diri di Pemilu Presiden 2024. Dia mendeklarasikan rencana pencalonan tersebut melalui Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Gerindra yang digelar pada 12 Agustus kemarin.