
TIKTAK.ID – Naas benar nasib dokter di India ini, gara-gara seorang pasien virus Corona meninggal dunia, ia dikeroyok keluarga dan teman-teman pasien hingga babak belur.
Dr Seuj Kumar Senapati dipukuli dengan sapu, cambuk, dan bahkan pispot di sebuah klinik pedesaan di Assam awal pekan ini, Indian Express melaporkan pada Kamis kemarin. Media lokal itu melaporkan bahwa Senapati ditugaskan bekerja di klinik untuk merawat pasein virus Corona, dan salah satu pasien, Giyaz Uddin, warga Desa Pipal Pukhuri meninggal dunia pada Selasa lalu.
Dilansir RTnews, Jumat (4/6/21), rekaman video pengeroyokan itu kemudian tersebar di media sosial. Dalam video itu tampak Senapati meringkuk di tanah ketika massa marah menghujaninya dengan pukulan. Perekam insiden yang mengejutkan itu berulang kali mengatakan kepada para penyerang untuk berhenti, namun gagal.
Senapati kemudian ditarik keluar klinik dan serangan terus berlanjut.
Gambar yang diposting setelah kejadian menunjukkan Senapati penuh dengan memar dan luka.
Polisi di Assam, India, tempat lokasi itu terjadi kemudian menangkap 24 orang yang diduga melakukan pengeroyokan terhadap Senapati.
Dirjen Polisi, Assam, G.P. Singh mengatakan kepada ThePrint bahwa tuntutan akan diajukan dalam waktu 90 hari sesuai dengan ketentuan. Terdakwa akan didakwa dengan tuduhan percobaan pembunuhan, pelanggaran pidana, secara sengaja menyebabkan kesulitan kepada pegawai negeri, pertemuan yang melanggar hukum dan kejahatan lainnya.
“Polisi segera meluncur ke lokasi kejadian setelah menerima informasi dari Lanka dan Hojai di bawah pengawasan langsung SP Hojai. Kondisi korban stabil,” kata Singh kepada ThePrint.
Ketika video itu viral, Ketua Menteri Assam, Himanta Biswa Sarma, mengumumkan pada Rabu bahwa “24 pelaku yang terlibat dalam serangan biadab ini telah ditangkap dan dakwaan akan diajukan dengan cepat.”
Sarma menambahkan bahwa dia “secara pribadi memantau penyelidikan ini” dan berjanji bahwa “keadilan akan ditegakkan”.
Assam adalah salah satu negara bagian India yang berpenduduk kurang padat, tetapi masih dilanda Covid-19. Lebih dari 4.500 kasus baru penyakit itu dilaporkan di sana pada Jumat (4/6/21), dengan 54 orang meninggal.
Secara keseluruhan, India telah menjadi negara dengan jumlah kasus tertinggi kedua di dunia, yaitu sekitar 28,6 juta kasus, dan jumlah kematian tertinggi ketiga, dengan lebih dari 342.000 korban jiwa.