
TIKTAK.ID – Menteri Pendidikan Brasil hanya bertahan lima hari, lalu mengundurkan diri. Carlos Decotelli ditunjuk sebagai Menteri Pendidikan oleh Presiden Brasil, Jair Bolsonaro pada Kamis lalu, kemudian dia mengundurkan diri pada Senin kemarin. Akibatnya pelantikan yang rencananya dilakukan pada Selasa 30 Juni 2020, batal dilaksanakan, tulis Reuters.
Bolsonaro sempat memuji posisi akademik Decotelli ketika mengumumkan penunjukannya sebagai Menteri Pendidikan pada Kamis lalu. Media di Brasil melaporkan bahwa Decotelli merupakan seorang ekonom dengan gelar doktor dan pasca-doktoral yang belum selesai.
Namun, Decotelli menjelaskan kepada wartawan pada Senin kemarin bahwa dirinya telah menjelaskan “ketidakkonsistenannya” kepada presiden. Sebab dia mendapat tuduhan plagiarisme pada tesis gelar masternya yang tentu saja dia tolak tuduhan itu.
Pada Selasa kemarin, Decotelli telah mengatakan kepada surat kabar Folha de S.Paulo bahwa dirinya tidak akan menerima pekerjaan itu. Dia juga mengatakan tak akan menghadiri pengambilan sumpahnya yang dijawalkan pada Selasa itu juga. Pengambilan sumpah itu pun tak pernah terjadi.
Hingga Selasa kemarin, Kantor Presiden Brasil belum memberikan tanggapan atas pengunduran Menteri Pendidikan ini.
December merupakan menteri kulit hitam pertama yang ditunjuk untuk berada di Kabinet Bolsonaro. Dia merupakan seorang profesor di akademi Angkatan Laut Brasil. Dia merupakan jaringan militer yang mendukung kampanye pemilihan Bolsonaro pada 2018 lalu. Dia juga terlibat dalam tim transisi.
Decotelli menjadi Menteri Pendidikan ketiga Bolsonaro yang mengundurkan diri sejak masa jabatannya pada Januari tahun lalu. Yang pertama menjabat hanya tiga bulan dan yang kedua, Abraham Weintraub, menjabat selama 14 bulan.
Bagi pendukung ideologis konservatif Bolsonaro, Kementerian Pendidikan merupakan kunci upaya mereka untuk memperkuat nilai-nilai keluarga Kristen dan melawan apa yang mereka sebut sebagai pengaruh Marxis selama bertahun-tahun dalam pendidikan di Brasil.
Weintraub, salah satu ideolog sayap kanan paling keras di Kabinet Bolsonaro, mengundurkan diri pekan lalu. Setelah dia menjadi target penyelidikan Mahkamah Agung akibat beredarnya sebuah rekaman video yang menunjukkan ia menyebut hakimnya “gelandangan” yang harus dipenjara.
Kini, Bolsonaro menominasikan Weintraub untuk menjadi Direktur Eksekutif di Bank Dunia dan ia telah terbang ke Amerika Serikat pada 19 Juni lalu, bahkan pada saat dia belum mengundurkan diri secara resmi.