Ketum Projo Akan Temui Jokowi, Bahas Rencana Bentuk Parpol Baru?

TIKTAK.ID – Ketua Umum Relawan Pro Jokowi (Projo), Budi Arie Setiadi, mengaku akan bertemu dengan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi). Dia menyampaikan hal itu setelah menghadiri pelantikan sejumlah pejabat di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Rabu (19/2/25).
“Ya, ya ini mau bertemu, ngobrol saja,” ujar Budi Arie, pada Rabu, seperti dilansir Kompas.com.
Budi Arie mengeklaim pertemuannya dengan Jokowi demi kepentingan negara, bangsa, dan rakyat. Ia pun enggan menanggapi apakah pertemuannya itu termasuk membahas soal rencana pembentukan partai. Budi Arie mengatakan masalah itu lebih baik ditanyakan langsung kepada Jokowi.
Baca juga : Media Taiwan-Malaysia-Singapura Kompak Beritakan Demo Mahasiswa #IndonesiaGelap
“Pokoknya untuk Indonesia, untuk negara, bangsa, dan rakyat. (Kalau bentuk partai) Tanya pada Pak Jokowi,” terang Budi Arie.
Budi Arie lantas meminta semua pihak untuk menunggu rencana tersebut, terlepas dari bakal adanya rencana pembentukan partai baru atau sebaliknya.
“Tunggu saja, lah. Tunggu saja lah (apakah Projo siap untuk mendukung),” tutur Budi Arie.
Sebelumnya, Jokowi sempat menyampaikan bahwa rencana pembentukan partai baru yang disebut Partai Super Tbk atau Terbuka. Namun dia mengaku rencana pembentukan Partai Super Terbuka bisa terealisasi atau bisa juga tidak.
Baca juga : Danantara, Mesin Baru Prabowo untuk Genjot Ekonomi RI
Menurut Jokowi, format Partai Super Terbuka memiliki gambaran konsep seperti perusahaan terbuka atau Partai Super Terbuka yang bisa menerima semua kalangan. Belakangan, Jokowi menyebut ide itu masih dalam pematangan.
“Ya masih dalam pematangan,” kata Jokowi sebelum keberangkatannya ke Bandara Adi Soemarmo dari kediamannya di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Solo, Jawa Tengah, pada Jumat (14/2/25), mengutip Tempo.co.
Jokowi mengungkapkan, pembentukan partai politik Partai Super Tbk itu masih dikalkulasi. Ia mengakui belum tentu juga keinginannya tersebut bisa direalisasikan.
Baca juga : Muncul Aksi #IndonesiaGelap, Luhut: Yang Gelap Kau, Bukan Indonesia
“Masih dihitung, masih dikalkulasi, dan belum tentu juga direalisasikan,” ucap Jokowi seraya tersenyum.
Adapun sebelum muncul rencana membentuk Partai Super Terbuka, beberapa kali Jokowi menyinggung tentang “partai perorangan”, menyusul pemecatannya sebagai kader oleh PDI Perjuangan. Tak hanya Jokowi, partai Banteng turut memecat anak sulung Jokowi sekaligus Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka, dan menantu Jokowi yang menjadi Gubernur Sumatera Utara terpilih, Bobby Nasution.