
TIKTAK.ID – Osteoporosis merupakan penyakit pengeroposan tulang, yang ditandai dengan rendahnya massa tulang dan hilangnya jaringan tulang. Penyakit ini membuat tulang penderitanya menjadi rapuh, sehingga mudah patah saat terjatuh atau mengalami benturan kecil.
Perlu diketahui, tulang manusia yang sehat saat dilihat di bawah mikroskop terlihat seperti sarang lebah. Namun tulang penderita osteoporosis terlihat lebih berongga dan minim bagian padat. Hal itu akibat hilangnya kepadatan atau massa tulang yang membentuk struktur jaringan tulang.
Seperti dikutip Kompas.com dari National Osteoporosis Foundation, penyakit ini sebenarnya cukup banyak diderita, terutama oleh kalangan lansia. Penelitian menyatakan sekitar satu dari dua wanita, dan satu dari empat pria berusia di atas 50 tahun berisiko mengalami patah tulang karena osteoporosis.
Kementerian Kesehatan menjelaskan, berdasarkan data dari International Osteoporosis Foundation (IOF), sebanyak satu dari empat wanita berusia 50-80 tahun di Indonesia berisiko terkena penyakit degeneratif ini.
Berikut penjelasan lebih lanjut mengenai gejala osteoporosis, penyebab, sampai cara menghindarinya.
Laman resmi Perhimpunan Reumatologi Indonesia menyebut osteoporosis bisa muncul tanpa gejala selama beberapa dekade. Penderita bisa saja baru menyadari dirinya mengidap osteoporosis setelah mengalami komplikasi patah tulang.
Selain itu, gejala osteoporosis tergantung pada lokasi patah tulang, seperti di tulang belakang, pinggang, pinggul, atau pergelangan telapak tangan.
Patah tulang merupakan komplikasi osteoporosis yang serius, dan kebanyakan kasus patah tulang terkait osteoporosis terjadi di pinggul, tulang belakang, atau pergelangan tangan.
Osteoporosis bisa membuat penderitanya bungkuk hingga tinggi badannya merosot. Penyakit ini juga acapkali membatasi mobilitas atau membuat penderitanya tidak leluasa bergerak, sehingga memicu kesepian sampai depresi.
Mengutip NHS, ada beberapa faktor risiko penyebab osteoporosis, yakni efek samping minum obat steroid dosis tinggi sampai obat antiestrogen, peradangan, gangguan hormon, atau masalah penyerapan zat gizi tertentu, dan berasal dari keluarga penderita osteoporosis. Kemudian bisa juga karena mengalami gangguan makan anoreksia atau bulimia, memiliki indeks massa tubuh rendah, tidak berolahraga secara teratur, serta punya kebiasaan minum minuman keras dan merokok.
Terdapat sejumlah cara untuk menjaga kesehatan tulang sekaligus menghindari osteoporosis. Di antaranya berolahraga secara teratur, rajin makan asupan kaya kalsium, mencukupi kebutuhan vitamin D setiap hari, serta berhenti merokok dan mengurangi konsumsi alkohol.