
TIKTAK.ID – Merawat orangtua memerlukan fisik, mental, dan emosional yang prima, karena ada kalanya anak atau orang yang mengemban tugas merawat orangtua mengalami kelelahan fisik dan mental akut, hingga putus asa. Biasanya kondisi ini kerap muncul jika orangtua yang dirawat dalam keadaan sakit.
Seperti dilansir Kompas.com, dalam dunia kesehatan, kelelahan fisik sampai emosional ini dikenal dengan istilah “caregiver burnout”.
Mengutip Daily Caring, saat merawat orangtua yang membutuhkan dukungan, orang cenderung mencurahkan waktu, tenaga, sampai menyokong kebutuhan finansial. Belum lagi masih perlu menjalankan kewajiban merawat anak, menjalankan tugas rumah tangga, atau bekerja.
Kemudian saking fokusnya, beberapa pengasuh pun mengabaikan kesehatan fisik, mental, dan emosionalnya sendiri. Sejumlah pengasuh juga merasa bersalah bila mereka menghabiskan waktu atau mementingkan diri sendiri. Padahal, setiap orang tentu perlu menyejahterakan tubuh, pikiran, dan emosi.
Lambat laun, hal itu akan memicu stres, merusak kualitas tidur, hingga membuat tubuh sulit bersantai. Pengasuh yang merawat orang tua pun berpotensi mengalami kelelahan fisik, mental, dan emosional, atau “caregiver burnout”.
Aging in Place menjelaskan, ada sejumlah cara merawat orangtua agar kesehatan mental tetap terjaga:
Mempersiapkan segala sesuatunya sejak awal
Sejumlah orang tiba-tiba mengambil keputusan merawat orangtua tanpa persiapan, padahal hal itu bisa menyebabkan stres di kemudian hari.
Jika memungkinkan, persiapkan terlebih dahulu segala sesuatunya. Anda bisa berbicara pada anggota keluarga soal pengelolaan kesehatan, siapa yang mengantar ke rumah sakit, hingga keuangan saat merawat orangtua.
Menyempatkan mencari sisi positif dalam hidup
Umumnya, saat stres merawat orangtua, pengasuh akan sulit melihat segala sesuatu dengan pikiran jernih. Untuk itu, Anda perlu mencari sisi positif dalam hidup, seperti kemenangan kecil hari itu, hal yang bisa disyukuri sepanjang hari, atau pengalaman yang didapat hari itu.
Sesekali rehat
Jika Anda merawat orangtua sampai mengabaikan kelelahan diri sendiri, justru akan berbahaya karena sewaktu-waktu fisik dan mental bisa drop.
Sebaiknya Anda menjadwalkan istirahat atau ambil jeda secara berkala. Anda pun bisa menikmati waktu luang ini untuk menjalankan aktivitas favorit atau mengerjakan segala sesuatu yang dapat membuat tubuh dan pikiran rileks.