Jokowi Minta Rakyat Berani Ingatkan Presiden Berikutnya Lanjutkan Hilirisasi SDA

TIKTAK.ID – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan bahwa rakyat harus berani mengingatkan pemimpin berikutnya untuk terus melanjutkan hilirisasi di segala bidang.
“Jadi jangan ekspor bahan mentah. Nanti tolong diingatkan pemimpin yang akan datang supaya jangan ekspor bahan mentah. Rakyat harus berani mengingatkan mengenai hal itu,” tutur Jokowi dalam acara Pengukuhan DPP Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Tahun 2023-2026 dan Peresmian Pembukaan Rakernas GAMKI Tahun 2023, di Medan, Sumatera Utara, Sabtu (19/8/23), seperti dikutip Tempo.co dari kanal YouTube Sekretariat Presiden.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden mengingatkan pentingnya hilirisasi di segala bidang. Dia menjelaskan bahwa hilirisasi merupakan upaya menjadikan bahan mentah menjadi barang setengah jadi, atau barang jadi sebelum diekspor.
Baca juga : Yenny Wahid Buka Pintu Lebar Bagi Semua Capres yang Sambangi Kediaman Gus Dur
Jokowi mengatakan bangsa Indonesia sudah lebih dari 400 tahun, sejak zaman VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie), selalu mengekspor bahan mentah. Dia menilai walaupun memperoleh uang dari ekspor bahan mentah itu, tapi jumlahnya sangat kecil.
Kemudian Jokowi mencontohkan hilirisasi nikel yang sudah berhasil dilakukan pemerintahan saat ini. Dia memaparkan bahwa sebelum dilakukan hilirisasi periode 2020, hilirisasi nikel hanya memberikan profit Rp32 triliun dalam satu tahun. Namun usai dilakukan hilirisasi, keuntungan naik berlipat-lipat menjadi Rp510 triliun.
Jokowi menyatakan negara mendapatkan royalti dan pajak dari perusahaan eksportir tersebut. Dia juga mengeklaim dengan adanya hilirisasi, maka lapangan kerja terbuka di dalam negeri.
Baca juga : Kenang Masa Jadi Presiden, SBY: Tak Ingin Salahgunakan Kekuasaan
“Sebab, negara dari nikel itu sekali lagi dapat PPn pajak pertambahan nilai, dapat PPh perusahaan, dapat PPh karyawan, dapat royalti, dapat penerimaan negara bukan pajak, dapat bea ekspor, dapat banyak sekali,” ujar Jokowi.
“Dan khusus kayak Freeport, karena kita menjadi pemilik saham terbesar, maka kita masih mendapatkan lagi dividen, jadi itu yang namanya hilirisasi,” sambung Jokowi.
Jokowi menyebut contoh yang disampaikannya itu baru dari sisi komoditas nikel. Dia menganggap keuntungan negara bakal lebih besar kalau hilirisasi dilakukan juga terhadap komoditas lain, misalnya bauksit, tembaga, timah, batu bara bahkan komoditas non-pertambangan seperti minyak kepala sawit/CPO, rumput laut hingga ikan mentah, dan lainnya.