
TIKTAK.ID – Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Edhy Prabowo diketahui ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Penangkapan Edhy itu terkait dengan ekspor benur atau benih lobster.
“Benar ditangkap KPK, terkait ekspor benur,” ucap Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron, Rabu (25/11/20).
Penangkapan terjadi pada malam dini hari pukul 01.23 WIB di Bandara Soekarno-Hatta. Selain itu, KPK juga menangkap sejumlah orang dari KKP beserta keluarga.
Edhy ditangkap di Bandara Soekarno Hatta sepulang dari Amerika Serikat, kemudian rombongan dibawa dan tiba di gedung KPK. Salah satu penyidik KPK, Novel Baswedan terlihat masih berada di gedung KPK saat rombongan tiba.
Baca juga : Astaga! Pasca Luhut Ketemu Trump, Indonesia Mendadak Buka ‘Calling Visa’ untuk Israel
Padahal sebelumnya, Edhy sempat berjanji untuk tidak mempermalukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto yang merupakan kolega dan atasannya di Partai Gerindra.
Mulanya, Edhy bercerita ketika dipanggil Jokowi, yang sedang menyusun nama-nama untuk mengisi Kabinet baru di pemerintahan periode kedua. Edhy mengatakan, semula dia akan diberi kursi Menteri Pertanian.
“Saya dipanggil oleh Pak Jokowi, dan di situ Pak Jokowi menyampaikan dulu tentang Pak Prabowo. Cuma memang saya janji untuk ngasih Menteri Pertanian, hanya saja Menteri Pertanian sudah diminta NasDem sejak lama. Oh ya sudah, Mas Edhy jadi Menteri KKP saja,” ujar Edhy menirukan Jokowi dalam program Blak-blakan, 13 Januari 2020, seperti dilansir Detik.com.
Baca juga : Jokowi Tweet Soal Charlie Chaplin, Sindir Jusuf Kalla?
“Saya masih bengong. Bukannya nggak mampu ya, tapi saya ini orang kampung, mendapat tawaran luar biasa dari Presiden langsung. Dengan gaya beliau yang begitu rendah hati, saya jadi terharu,” imbuh Edhy.
Menurut Edhy, tugas yang diberikan kepadanya merupakan tanggung jawab besar. Untuk itu, Edhy bertekad agar bisa mengerjakannya dengan baik. Dia pun menyatakan tidak ingin mempermalukan Jokowi dan ingin membuat Jokowi bangga terhadapnya.
“Hal ini merupakan beban dan tanggung jawab besar yang harus saya jaga. Di situ saya menunjukkan bahwa saya tak mau membuat malu Pak Jokowi dan Pak Prabowo. Saya akan membuat Pak Jokowi bangga tak salah memilih saya, sama halnya dengan Pak Prabowo tak salah memilih saya,” tutur Edhy.