
TIKTAK.ID – Beberapa pakar kebugaran menyarankan perlunya melakukan istirahat sejenak pada jam kerja. Hal ini akan membuat produktivitas seseorang menjadi lebih baik. Istirahat dengan cara tersebut kerap disebut dengan intermittent resting.
Seorang pakar kebugaran asal Inggris, Nahid de Belgeonne mengatakan telah memperhatikan adanya kesamaan antara para klien yang ikut kelas kebugarannya. Para partisipannya merupakan orang-orang yang mempunyai jadwal kegiatan yang cukup padat.
“Pada dasarnya, mereka sudah sangat lelah dengan pekerjaan yang ada di kantor atau pada aktivitas yang lain. Hampir sepanjang hari, mereka duduk bekerja di depan komputer. Mental mereka sudah cukup lelah,” buka Nahid de Belgeonne kepada BBC.
Baca juga: Catat! Buah, Sayur dan Kacang-Kacangan ini Bisa Kurangi Stres dan Depresi
“Para klien saya ini setiap hari terus memaksa diri atau memotivasi diri untuk melakukan aktivitas melebihi kemampuannya. Kemudian setelah itu, mereka menghilangkan lelah serta kantuk dengan mengonsumsi kopi hingga bergelas-gelas. Ketika malam, mereka tidak bisa tidur dengan nyenyak dikarenakan kebanyakan kafein dan banyak pikiran,” imbuh Nahid.
Ia sadar bahwa para kliennya tersebut membutuhkan belajar memperlambat ritme aktivitasnya. Dari sini ia terinspirasi untuk bisa mengajari kliennya mengambil atau mencuri waktu sebentar di tengah kesibukan pekerjaan untuk beristirahat sejenak. Sebelumnya, ia terlebih dahulu mempraktikkan pola ini dalam aktivitas hariannya sendiri.
“Ketika tidur malam, siklus REM milik Anda akan berjalan sekitar 90-100 menit. Pada periode tersebut, otak akan dibersihkan, tubuh melakukan pembersihan, kemudian membuang zat atau hal-hal yang tidak diperlukan. Setelah itu, proses ini akan dilanjutkan dengan 20 menit tidur sangat lelap, dan digunakan oleh tubuh untuk memperbaiki sel yang rusak, sekaligus juga menutrisinya,” terang Nahid.
Baca juga: Ini Manfaat Bedong Bayi Menurut Ilmu Kedokteran
“Pada umumnya, saya bekerja sangat intens itu sekitar 90-120 menit menyelesaikan pekerjaan di komputer. Setelah itu, istirahat sekitar 15-20 menit dengan duduk tanpa memikirkan sesuatu,” jelas Nahid.
Ia yakin bahwa seseorang yang meniru caranya tersebut dengan menjauh dari layar komputer akan mengembalikan kerja otak.
Caranya, dengan mencari tempat sepi untuk sekadar memejamkan mata, atau ngobrol sejenak dengan teman tanpa melakukan aktivitas apa pun.
Atau bisa juga dengan ngopi, yang merupakan cara lazim dan biasa dilakukan orang Indonesia untuk menghabiskan waktu istirahat yang hanya sebentar.