
TIKTAK.ID – Banyak wanita yang memiliki masalah rambut rontok. Sebenarnya penyebab rambut rontok tidak sesederhana karena salah pilih sampo. Melainkan ada banyak faktor penyebab rambut rontok pada wanita, mulai dari genetika hingga stres.
Seperti dilansir Kompas.com, berikut ini sejumlah penyebab rambut rontok yang sering kali dialami wanita:
- Genetika
Berdasarkan catatan American Academy of Dermatology (AAD), kerontokan rambut pada wanita terkonsentrasi di ubun-ubun kepala. Sedangkan pada pria, biasanya di sepanjang garis kepala. - Pascamelahirkan
Mengutip Self, pascakehamilan, seorang wanita berpotensi mengalami kerontokan rambut lantaran kadar estrogen kembali normal. Ketika sedang hamil, kadar estrogen meningkat, sehingga membuat rambut tumbuh lebih kuat.
Jenis kerontokan rambut ini pun disebut sebagai telogen effluvium, yang bisa terjadi berbulan-bulan usai peristiwa kehidupan yang penuh tekanan atau besar, seperti melahirkan. Meski begitu, kerontokan rambut ini bersifat sementara.
Menurut Bethanee Schlosser, ahli dermatologi dari Women’s Skin Health Program for Northwestern Medicine, penurunan puncaknya sekitar 4 bulan setelah insiden yang menyebabkannya.
- Perubahan kontrasepsi
Self menjelaskan, kerontokan rambut pada wanita dapat terjadi akibat perubahan penggunaan kontrasepsi. Misalnya, melepaskan kontrasepsi hormonal atau mengganti dengan jenis kontrasepsi hormonal yang berbeda.
“Apakah Anda baru memulai, menghentikannya, atau mengganti merek, maka tubuh Anda bisa bereaksi dengan menyebabkan rambut mengalami peningkatan kerontokan,” ungkap Dr Francesca Fusco, dokter kulit di Wexler Dermatology di NYC.
- Kekurangan nutrisi
Self menyebut kerontokan rambut juga berkaitan erat dengan nutrisi asupan sehari-hari kita. Bahkan secara khusus, berbagai jenis kerontokan rambut terkait kondisi tubuh yang kekurangan zat besi, seng, vitamin B3 (niasin), dan protein. - Obat-obatan
Mengutip Self, Dr Schlosser mengklaim ada beberapa “obat bisa menyebabkan kerontokan rambut kronis”. Di antaranya obat tekanan darah tinggi, obat kanker, obat radang sendi, dan obat depresi.
Bila kerontokan rambut berangsur-angsur banyak, sebaiknya konsultasikan dengan dokter. Kemudian jika kerontokan rambut menjadi kronis, umumnya dokter meresepkan obat lain yang tidak menyebabkan efek samping tersebut.