
TIKTAK.ID – Lembaga riset Counterpoint memprediksi pada tahun ini bakal terjadi kenaikan penjualan smartphone lipat sebesar 73%, dari 9 juta unit di tahun lalu 2021, menjadi 16 juta unit. Jumlah tersebut pun diproyeksikan terus menanjak dengan semakin populer dan banyaknya pengguna smartphone lipat menjadi 26 juta unit pada 2023 mendatang.
Counterpoint menjelaskan, terdapat 3 brand yang masuk dalam 3 besar pembuat smartphone lipat. Samsung berhasil menjadi brand pertama yang memimpin dengan 62%, disusul oleh Huawei dengan angka 16%, dan OPPO di 3%.
Seperti dilansir detik.com, meski sekarang telah 4 tahun perkembangan smartphone lipat sejak diperkenalkan secara komersial, sedikit mengingatkan kita seperti saat smartphone standar mulai mencari bentuk, berganti dari feature phone.
Smartphone standar kini telah mencapai bentuk “mature”, dengan bentuk berbagai tipe dan brand yang tampak sama, hanya berbeda di olahan penempatan kamera dan bahan back casing. Ukuran layar, rasio, dan teknologinya pun mirip-mirip, sehingga dapat dikatakan kalau smartphone standar sudah masuk masa stagnan.
Akan tetapi, smartphone lipat belum mencapai konsensus di bentuk dan ukuran layar. Ada yang ukuran layar depannya kompak, ada yang seperti ukuran smartphone standar, ada yang memanjang, ada yang meletakkan layar lipatnya di luar, ada yang memilih untuk di dalam, dan lainnya.
Untuk itu, masih terbuka jalan panjang pengembangan yang mungkin bakal terus menghasilkan desain dan teknologi mengejutkan di masa depan. Hal itu membuat smartphone lipat ini lebih menarik ketimbang smartphone standar yang sudah matang. Belum lagi cara melipat, teknologi engsel, dan penempatan kamera, sehingga keseruan ini makin terasa.
Samsung sendiri tidak hanya menguasai pangsa pasar smartphone lipat, tapi juga sepertinya menjadi panduan desain dan fungsi dari brand lain dalam mengembangkan smartphone lipat. Faktor utama yang ditawarkan smartphone lipat yaitu bentuk kompak, namun layar tetap besar.
Teranyar, Samsung meluncurkan 2 tipe smartphone lipat, yakni Galaxy Z Flip4, dan Galaxy Z Fold4.
Pada tahun lalu, dikabarkan seri flip yang kompak seperti kotak bedak, lebih banyak terjual daripada seri fold, dengan perbandingan 7:3, 70% versi Flip dan 30% versi Fold. Namun pada tahun ini dikabarkan menjadi 6:4.