Gibran Klaim Yenny Putri Gus Dur Kandidat Cawapres Terkuat Dipasangkan dengan Siapa Saja

TIKTAK.ID – Putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang juga Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka mengatakan bahwa aktivis Nahdlatul Ulama, Zannuba Ariffah Chafsoh alias Yenny Wahid, merupakan kandidat calon wakil presiden (Cawapres) terkuat dibandingkan dengan sosok lainnya.
“Mbak Yenny adalah calon terkuat Cawapres, Mbak Yenny,” ujar Gibran di Solo, pada Minggu (20/8/23), seperti dilansir CNN Indonesia.
Gibran menjelaskan bahwa Yenny tak hanya kuat bila dipasangkan dengan salah satu Capres saja. Dia mengeklaim Yenny kandidat Cawapres terkuat, meski dipasangkan dengan siapa saja.
Baca juga : Berkaca dari Pilgub 2018, Anies Targetkan Raup Suara Terbanyak di Jateng
Gibran sendiri mengaku tidak keberatan mendukung Yenny Wahid, bila nanti benar-benar menjadi Cawapres dalam ajang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang. Meski begitu, Gibran menegaskan baru akan mendukung Yenny Wahid jika ada perintah dari Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.
“Nanti harus sesuai dengan keputusan Ketua Umum ya,” terang Gibran.
Sekadar informasi, Yenny Wahid adalah putri dari presiden keempat, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Saat ini Yenny dinilai menjadi incaran banyak pihak yang membutuhkan sosok Cawapres.
Baca juga : Soal Manuver Budiman Sudjatmiko Dukung Prabowo, Pengamat Beberkan Dampak bagi PDIP
Yenny Wahid pun sudah buka suara mengenai hal itu. Dia mengamini ada tiga kelompok pengusung calon presiden yang sudah menjalin komunikasi dengan dirinya.
Yenny Wahid menjelaskan bahwa tidak hanya kubu bakal calon presiden Anies Baswedan yang melakukan pendekatan terhadap dirinya. Dia menyebut kubu Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo turut membuka komunikasi dengannya jelang Pilpres 2024.
“Ada. Ya tidak harus diceritakan,” kata Yenny di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada 11 Agustus lalu.
Baca juga : Pengamat Sebut Langkah NasDem Ulur Pengumuman Cawapres Justru Rugikan Anies
Lantas Yenny Wahid mengaku berada dalam posisi siap menjadi calon wakil presiden, kalau ada partai politik yang meminangnya. Dia memang sudah berkecimpung di dunia politik sejak lama. Untuk itu, ia merasa harus siap untuk mengemban jabatan publik.
Yenny Wahid menganggapnya sebagai jalan untuk membuat perubahan positif di masyarakat lewat kebijakan publik. Jadi saat momen itu datang, ia merasa harus siap.
“Ketika ada kesempatan yang tercipta, maka harus bersedia kalau memang cita-citanya adalah bekerja dalam bidang kebijakan publik,” jelas Yenny Wahid.