
TIKTAK.ID – Singapura melarang penggunaan video konferensi Zoom sebagai alat untuk mengajar pelajar secara online setelah sebuah insiden sangat serius terjadi. Proses belajar mengajar secara online dilakukan setelah Pemerintah memutuskan untuk melakukan karantina untuk mencegah meluasnya penyebaran virus Corona.
Insiden yang dimaksud adalah ketika melakukan proses belajar streaming pelajaran geografi menggunakan Zoom tiba-tiba muncul gambar cabul pria dan wanita, seperti yang dilaporkan The Guardian, Sabtu (11/4/20).
Penggunaan aplikasi Zoom sebagai proses belajar-mengajar atau diskusi secara online menjadi cukup populer di masa wabah Covid-19, sebab banyak Pemerintah meminta warganya untuk tinggal di rumah. Namun, penggunaan aplikasi Zoom bukan tanpa risiko terkait keamanan dan privasi penggunanya.
Baca juga: Saat Keluarga Kerajaan Saudi Diserang Corona, Raja dan Putra Mahkotanya Ngungsi Bersama Jauhi Istana
Keputusan sekolah di Singapura sebagai tindak lanjut dari kekhawatiran terkait keamanan ketika aplikasi itu digunakan oleh para menteri kabinet di Inggris.
“Ini adalah insiden yang sangat serius,” kata Aaron Loh dari Divisi Teknologi Kementerian Pendidikan Singapura pada hari Jumat, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
“Kementerian Pendidikan saat ini sedang menyelidiki kedua pelanggaran dan akan mengajukan laporan polisi jika diperlukan.
Halaman selanjutnya…