
TIKTAK.ID – Juru Bicara Partai Demokrat hasil Kongres Luar Biasa (KLB), Muhammad Rahmad, menilai seharusnya Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Ketua Majelis Tinggi Demokrat, Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta maaf pada Ketua Umum Demokrat versi Kongres Luar Biasa (KLB) Moeldoko, Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly, hingga Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Rahmad menyampaikan hal itu untuk merespons pernyataan Deputi Analisa Data dan Informasi Balitbang DPP Partai Demokrat, Syahrial Nasution, yang kecewa karena Moeldoko tidak minta maaf ke SBY pada momentum Idulfitri tahun ini.
“Seharusnya, SBY dan AHY memanfaatkan momen lebaran Idulfitri ini untuk minta maaf kepada Presiden Jokowi, Menkumham Yasonna, dan KSP Moeldoko,” ujar Rahmad, seperti dilansir CNNIndonesia.com, Minggu (16/5/21).
Rahmad mengatakan SBY dan AHY telah menebar fitnah dan berita tidak benar dengan menuduh Jokowi, Yasonna, dan Moeldoko di balik konflik internal Partai Demokrat. Ia mengklaim KLB Partai Demokrat di Deli Serdang, Sumatera Utara pada Februari lalu diselenggarakan oleh kader Partai Demokrat, dibiayai sendiri, dan sama sekali tidak pernah melibatkan Moeldoko, Yasonna, maupun Jokowi.
Rahmad pun menyebut Moeldoko merupakan tokoh nasional yang bersedia memimpin dan mengembalikan Partai Demokrat menjadi milik rakyat, usai diminta oleh tokoh senior dan kader Partai Demokrat.
“SBY dan AHY harus bisa bertanggung jawab mengembalikan Partai Demokrat ini menjadi partai yang demokratis dan kembali menjadi partai milik rakyat,” tutur Rahmad.
Rahmad juga menyatakan SBY dan AHY perlu minta maaf kepada para senior pendiri partai dan kader Partai Demokrat di seluruh Indonesia. Sebab, kata Rahmad, mereka telah membangun tirani politik atau sewenang-wenang atas partai berlambang Mercy itu.
“Masyarakat Indonesia dan dunia tentu sangat menunggu pembuktian dari SBY dan AHY sebagai tokoh yang demokratis. Kami yakin, SBY tidak ingin meninggalkan legacy sebagai bapak tirani demokrasi di Indonesia,” terangnya.
Perlu diketahui, Syahrial menyayangkan sikap Moeldoko yang enggan memanfaatkan momentum Hari Raya Idulfitri 1442 Hijriah untuk meminta maaf ke SBY. Ia memaparkan, berdasarkan informasi dari Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Demokrat Ossy Dermawan, Moeldoko tidak memberikan ucapan apa pun ihwal perayaan Idulfitri 1442 Hijriah hingga hari ini.