
TIKTAK.ID – Beredar kabar bahwa Menteri Keuangan Sri Mulyani berencana ingin mengekspor Alat Pelindung Diri (APD) ke luar negeri.
Rencana pengeksporan APD pun dikritik keras oleh anggota DPR. Mereka menilai APD yang sesuai standar WHO bagi para tenaga medis di dalam negeri belum sepenuhnya terpenuhi, sehingga kebutuhan di negeri sendiri harus diperhatikan.
Anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Saleh Partaonan Daulay pun memberikan kritikan mengenai kebijakan yang akan dilakukan Sri Mulyani.
Baca juga : Bantah Impor Senjata Kemenhan di Tengah Pandemi Meningkat Tajam, Jubir Prabowo: Kami Beli dari Pindad
“Permintaan pemenuhan APD dalam negeri ini perlu ditegaskan, mengingat ada pernyataan Menkeu bahwa Indonesia akan tetap mengekspor APD. Pernyataan seperti ini tentu menyisakan kekhawatiran di tengah masyarakat,” ungkapnya.
“Sebab, sampai hari ini, kebutuhan APD dalam negeri juga belum terpenuhi,” ujarnya dalam laman resmi DPR RI.
Saat ini Indonesia telah menetapkan virus Corona sebagai bencana nasional non-alam, sehingga seluruh upaya harus dikerahkan untuk mengatasinya.
Baca juga : Ditagih Anies Soal Dana Bagi Hasil, Sri Mulyani Berkelit, Pemerintah Pusat Tak Punya Duit?
Termasuk dengan terpenuhinya kebutuhan APD bagi tenaga kesehatan yang merupakan garda terdepan dalam memerangi virus Corona.
“Ketika rapat virtual dengan Komisi IX, Ketua Gugus Tugas menyatakan bahwa bahan baku APD kita diimpor. Selain seluruh negara sedang membutuhkan, saat ini juga ada kesulitan untuk melakukan impor,” ujarnya.
Ia pun menegaskan bahwa Indonesia tengah membutuhkan APD dan menyarankan untuk meninjau ulang perencanaan ekspor APD.
Baca juga : Ekonom Muda Indef Tantang Debat Terbuka Staf Milenial Jokowi
“Kan, aneh kalau kita mengekspor barang yang bahan bakunya impor. Anehnya, karena kita sendiri sedang membutuhkan. Apalagi, BIN memprediksi bahwa puncak penyebaran virus ini pada bulan Juli,” tambah Saleh Partaonan Daulay.
“Mestinya, stok APD dalam negeri dipenuhi terlebih dahulu. Soal rencana ekspor itu, saya kira bisa dipikirkan belakangan,” pungkasnya.