
TIKTAK.ID – China membalas sanksi yang dibuat Amerika kepada beberapa pejabat China di Hongkong dengan memberlakukan sanksi kepada beberapa individu dan organisasi AS.
Dilansir dari BBC, salah satu pejabat Amerika yang mendapat sanksi dari China adalah mantan Menteri Perdagangan AS, Wilbur Ross.
Sebelumnya, AS menjatuhkan sanksi terhadap pejabat China di Hongkong dengan dalih peran mereka atas tindakan keras keamanan di wilayah tersebut.
Washington juga memperingatkan komunitas bisnisnya atas meningkatnya risiko berbisnis di Hong Kong.
China pada tahun lalu memperkenalkan Undang-Undang Keamanan Nasional di Hong Kong sebagai tanggapan atas protes besar-besaran pro-demokrasi. Aturan menghukum mereka yang berupaya mengampanyekan pemisahan diri, subversi dan kolusi dengan pasukan asing dan membawa hukuman maksimal penjara seumur hidup.
Kementerian Luar Negeri China mengatakan pada Jumat (23/7/21) bahwa sanksi AS kepada China baru-baru ini dirancang “tanpa dasar, menodai lingkungan bisnis Hong Kong” dan “sangat melanggar hukum internasional dan norma-norma dasar yang mengatur hubungan internasional”.
Beijing juga mengatakan akan menjatuhkan sanksi pada tujuh individu dan entitas AS termasuk Ross.
Sebagai Sekretaris Perdagangan di bawah mantan Presiden Donald Trump, Ross memperluas jumlah perusahaan yang tidak dapat berdagang dengan perusahaan Amerika tanpa sebelumnya menadapatkan lisensi, termasuk raksasa telekomunikasi China seperti Huawei dan ZTE.
Mereka yang mendapat sanksi dari AS termasuk Sophie Richardson, Direktur Human Rights Watch China; Carolyn Bartholomew, Ketua Komisi Peninjauan Ekonomi dan Keamanan AS-China; dan Adam King dari International Republican Institute.
Ross hanyalah mantan anggota terbaru pemerintahan Trump yang terkena sanksi oleh China. Pada Januari lalu, China mengumumkan sanksi terhadap Menteri Luar Negeri Mike Pompeo dan 27 pejabat tinggi Trump lainnya.
Sekretaris pers Gedung Putih Jen Psaki mengaku Amerika “tidak terpengaruh” oleh pembalasan China.
“Tindakan ini adalah contoh terbaru bagaimana Beijing menghukum warga negara, perusahaan, dan organisasi masyarakat sipil sebagai cara untuk mengirim sinyal politik,” katanya.
Hubungan antara Beijing dan Washington menjadi semakin tegang di bawah Pemerintahan Trump. Mereka tetap bersitegang pada sejumlah isu termasuk asal-usul Covid-19, hak asasi manusia dan keamanan siber.
Sanksi balasan China ini dilakukan beberapa hari sebelum Wakil Menteri Luar Negeri AS, Wendy Sherman akan mengunjungi Beijing.
Akhir pekan ini, Sherman akan melakukan perjalanan ke China dalam upaya untuk memperbaiki hubungan yang memburuk. Ini akan menjadi kunjungan resmi paling senior di bawah Presiden Joe Biden.