
TIKTAK.ID – Banyak orang ingin punya gigi putih. Padahal, gigi yang sehat tidak selalu putih. Ternyata warna gigi yang sehat yakni sedikit kekuningan atau keabu-abuan karena lapisan enamel yang merupakan lapisan terluar gigi berwarna transparan atau sedikit kebiruan. Hal itu membuat lapisan dentin yang sedikit kekuningan di bawahnya lebih terlihat.
Seperti dikutip Kompas.com dari Science Focus, gigi yang sehat bukan gigi yang memiliki warna putih, seperti kertas atau tuts piano. Gigi sehat berwarna lebih gelap beberapa tingkat di bawah warna putih.
Kondisi tersebut akibat lapisan enamel atau terluar gigi yang transparan, sehingga memperlihatkan lapisan dentin di bawahnya. Lapisan dentin ini secara alami berwarna sedikit kekuningan lantaran kandungan kimiawi di dalamnya. Tidak hanya sedikit kekuningan, gigi yang sehat juga terkadang memiliki warna abu muda, lantaran beberapa orang punya gigi dengan lapisan enamel yang berwarna putih kebiruan.
Akan tetapi, kebiasaan merokok atau gangguan kesehatan metabolik dapat membuat warna gigi jadi lebih gelap. Walaupun memang bisa diputihkan kembali menggunakan bleaching atau metode lain yang bisa mengikis permukaan gigi yang berwarna gelap, tapi kesehatan gigi bisa menurun dan menjadi lebih sensitif.
Mengutip WebMD, terdapat sejumlah penyebab gigi kuning. Berikut ini di antaranya:
- Mengonsumsi makanan atau minuman tertentu, seperti kopi, teh, hingga apel dan kentang
- Punya kebiasaan merokok
- Punya kebiasaan sikat gigi yang buruk, jarang memakai benang gigi, dan tidak berkumur dengan baik. Akibatnya, plak yang secara alami berwarna kuning menumpuk pada gigi
- Mengalami kondisi medis tertentu yang dapat berdampak pada kesehatan enamel, seperti kanker dan mengalami infeksi ketika hamil
- Mengonsumsi obat-obatan tertentu, seperti antihistamin dan obat untuk tekanan darah tinggi, atau memakai obat kumur dengan kandungan chlorhexidine dan cetylpyridinium chloride
- Memakai bahan tertentu untuk perawatan gigi, seperti bahan yang mengandung perak sulfida
- Mengalami pertambahan usia sehingga lapisan enamel secara perlahan terkikis
- Punya lapisan enamel yang lebih tipis karena faktor genetik
- Mengalami paparan fluoride yang lebih banyak dari lingkungan, seperti dari air atau menggunakan pasta gigi mengandung fluoride yang berlebihan
- Mengalami trauma, seperti karena jatuh, yang berdampak pada pembentukan enamel gigi.