
TIKTAK.ID – Jargon populer yang biasa kita dengar “4 Sehat 5 Sempurna” Kementerian Kesehatan memang telah digeser kepada “Gizi Seimbang”. Meskipun begitu, susu biasanya menjadi bagian diet harian untuk sejumlah orang beragam usia.
Akan tetapi terdapat pandangan bahwa susu hanya membawa manfaat bagi bayi dan anak-anak.
Sia-siakah susu bagi orang dewasa?
“Hoaks itu. Susu adalah pangan sumber kaya protein, kalsium, dan zat gizi lain yang menyehatkan tulang. Selama fungsi pencernaan tidak ada gangguan maka susu dapat dicerna semua usia,” terang ahli gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Saptawati Bardosono, sebagaimana dilansir CNNIndonesia.com, Kamis (10/6/21).
Sementara itu, ahli gizi Mayapada Hospital Ika Setyani menyatakan bahwa susu berkontribusi bagi tubuh ketika minuman atau makanan dikonsumsi, utamanya bagi orang yang butuh tambahan mineral dan vitamin tertentu. Namun susu sesungguhnya sekadar melengkapi dan menyeimbangkan kebutuhan gizi.
“Ya memang, kalau orang dewasa tak makan dengan benar, namun cuma minum susu saja ya tak akan sehat. Susu itu hanya pelengkap bukan makanan utama dan bukan obat,” sebutnya.
Zat gizi pada susu tersebut dapat juga terdapat dari makanan lain yang dikonsumsi setiap hari. Namun dalam kondisi khusus terdapat sejumlah orang yang memerlukan zat gizi tertentu dan tidak dapat tercukupi hanya dari makanannya setiap hari.
“Misalnya orang di pegunungan. Saat mereka kekurangan kalsium dalam tubuh, mereka dapat minum susu yang diperah dari peternakannya. Lantaran mereka sulit mendapatkan tambahan kalsium dari makanan seperti dari ikan-ikanan.”
Sementara itu, Saptawati melanjutkan, orang dewasa yang membutuhkan asupan enzim laktase karena kekurangan enzim tersebut, sebaiknya tak minum susu terutama susu sapi. Lantaran enzim laktase dalam sistem pencernaan memiliki fungsi sebagai pemecah laktosa bagi susu sapi.
Kalau kadar enzim laktase kurang, konsumsi susu sapi bisa mengakibatkan masalah pada pencernaan misalnya diare, mual bahkan muntah.
Larangan minum susu sapi tidak lantas berlaku pula untuk semua jenis susu. Laktosa cuma ada dalam susu sapi maka Anda dapat minum susu penggantinya misal susu almond, susu kedelai, termasuk susu gandum (oat milk).
“Susu sapi dapat digantikan dengan susu nabati dari kacang. Tetapi harus diformulasikan dengan baik kandungan gizinya [atau] susu yang difortifikasi (ditambah nilai gizinya),” sebutnya.