
TIKTAK.ID – Bagi sejumlah orang, stres bisa berdampak langsung pada berat badan. Healthline menyebut kemungkinannya ada dua, yaitu seseorang mengalami penurunan berat badan atau penambahan berat badan.
Pada beberapa kasus, stres bisa membuat seseorang melewatkan makan dan tidak memiliki selera makan sama sekali. Kemudian stres juga dapat membuat seseorang memilih makanan yang buruk.
Biasanya, perubahan tersebut hanya bersifat sementara. Berat badan pun dapat kembali seperti normal jika stres telah berlalu.
Stres sendiri mampu menyebabkan lebih dari sekadar penurunan berat badan yang tidak terduga. Terdapat sejumlah gejala saat seseorang mengalami kondisi itu. Di antaranya sakit kepala, gangguan pencernaan, sakit dan nyeri, otot tegang, perubahan suasana hati, kelelahan, kesulitan jatuh atau tetap tertidur, dan lainnya.
Lebih lanjut, ketika seseorang sedang stres, maka ia mungkin terlibat dalam perilaku yang berbeda dari biasanya. Contohnya bekerja saat makan siang atau begadang untuk memenuhi tenggat yang penting. Gangguan itu pun dapat memperburuk reaksi internal tubuh terhadap stres.
Seperti dilansir Kompas.com, berikut ini sejumlah penyebab penurunan berat badan akibat stres.
- Respons seseorang terhadap stres akan mempercepat metabolisme
Jika seseorang mengalami stres, maka tubuhnya masuk ke mode saat ia harus memilih untuk melawan atau lari. Mekanisme fisiologis tersebut juga dikenal sebagai respons stres akut yang bisa memberi tahu tubuh untuk merespons ancaman yang dirasakan.
Setelah itu, tubuh mempersiapkan diri untuk melepaskan hormon, seperti adrenalin dan kortisol.
Adrenalis berfungai mempersiapkan tubuh untuk aktivitas berat, namun juga meminimalkan keinginan untuk makan.
Sedangkan kortisol bertugas memberi sinyal kepada tubuh untuk menekan sementara fungsi-fungsi yang tidak penting selama stres. Termasuk respons sistem pencernaan, kekebalan, dan reproduksi.
- Hiperstimulasi berpotensi menyebabkan gangguan gastrointestinal
Tubuh dapat memperlambat pencernaan, sehingga hanya fokus pada cara merespons stres. Kondisi tersebut menimbulkan ketidaknyamanan gastrointestinal, seperti sakit perut, maag, diare, dan sembelit.
Stres kronis juga akan memperkuat gejala-gejala tersebut dan menyebabkan kondisi mendasar lainnya, seperti sindrom iritasi usus besar.
Perubahan pada sistem pencernaan itu yang menyebabkan seseorang makan lebih sedikit sehingga mengalami penurunan berat badan.