
TIKTAK.ID – Hasil Survei Kepemimpinan Nasional (SKN) Litbang Kompas mengungkapkan bahwa elektabilitas Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI), Jenderal Andika Perkasa dalam bursa calon presiden (Capres) 2024 sebesar 2 persen.
Hasil tersebut berdasarkan survei yang dilakukan oleh Litbang Kompas pada 17-30 Januari 2022 lewat wawancara tatap muka terhadap sebanyak 1.200 responden yang dipilih secara acak, memakai metode pencuplikan sistematis bertingkat di 34 provinsi. Dengan menggunakan metode ini, tingkat kepercayaan mencapai 95 persen, dan margin of error penelitian kurang lebih 2,8 persen dalam kondisi penarikan sampel acak sederhana.
Seperti dilansir CNN Indonesia, Andika menjadi pendatang baru dalam 13 besar nama Capres potensial 2024 di survei Litbang Kompas. Berkat perolehan elektabilitas sebesar 2 persen itu, menantu mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), AM Hendropriyono itu pun berhasil bertengger di posisi sembilan.
Baca juga : KPK Peringatkan Edy Rahmayadi Soal Korupsi: Pak Jangan Sampai Hattrick!
Elektabilitas Andika diketahui lebih tinggi ketimbang sejumlah nama yang sudah menghiasi bursa Capres selama ini, di antaranya mantan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo hingga Ketua DPR RI, Puan Maharani.
Kemudian hasil survei Litbang Kompas kali ini masih menempatkan nama Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan secara berurutan di posisi tiga besar. Elektabilitas Prabowo sebesar 26,5 persen, disusul oleh Ganjar yang mendapatkan angka sebesar 20,5 persen, dan Anies memperoleh 14,2 persen.
Di bawah Anies, terdapat nama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno (4,9 persen), Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (3,7 persen), Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok (2,9 persen), Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, serta Menteri Sosial Tri Rismaharini (2,6 persen).
Baca juga : 5 Poin Penting Soal Pengaturan Pengeras Suara Masjid di Surat Edaran Menag Yaqut
Selanjutnya ada Andika (2 persen), Gatot (1,4 persen), Menteri BUMN Erick Thohir (1,1 persen), Menko Polhukam Mahfud MD (1,1 persen), dan Puan (0,6 persen).
Sementara itu, pengamat politik dari Universitas Paramadina, Septa Dinata memaparkan peluang Andika maju sebagai Capres pada Pilpres 2024.
“Andika cukup memiliki peluang untuk menjadi Capres pada Pilpres 2024,” terang Septa, mengutip wartaekonomi.co.id dari GenPI.co, Minggu (20/2/22).
Septa menerangkan, hal itu karena Andika dapat mengisi perwakilan dari wajah militer pada Pilpres 2024.
Baca juga : PAN Minta Menteri Jokowi Mundur jika Jabat Kepala Otorita IKN
“Dalam sejarah kita bisa melihat, ada kecenderungan masyarakat bakal meminta sosok militer setelah sosok sipil,” ucap Septa.