
TIKTAK.ID – Masih banyak orang yang menganggap aktivitas bersih-bersih rumah seperti mengepel, cuci piring, menyapu, dan mencuci baju sebagai bagian dari olahraga. Padahal, kegiatan tersebut berbeda dengan olahraga.
“Itu tidak termasuk olahraga, melainkan aktivitas fisik,” ujar dokter kesehatan olahraga Michael Triangto, seperti dilansir CNNIndonesia.com.
“Pertanyaannya sekarang, apa abang yang menarik becak berarti sudah olahraga? Tidak, karena tidak ada program latihannya, kecuali kalau abang becak itu setelah narik dia latihan kecepatan genjot becak karena mau ikut lomba balap becak,” imbuhnya.
Michael menjelaskan, ada perbedaan mendasar antara aktivitas fisik dan juga olahraga. Ia mengatakan aktivitas fisik merupakan bentuk kerja otot yang membutuhkan energi, misalnya menyapu atau mengepel. Sementara olahraga berarti aktivitas fisik dengan program tertentu.
“Pada intinya yang membedakan keduanya yakni program aktivitasnya yang mengikuti FITT.”
Michael menyatakan FITT adalah singkatan dari frequency, intensity, time, dan type. Ia memaparkan, frequency (frekuensi) aktivitas fisik yang bisa digolongkan sebagai olahraga yaitu yang memenuhi syarat dilakukan 3-5 kali seminggu minimal selama 30 menit.
“Dengan catatan, gerakannya harus dilakukan secara berulang dan dalam jarak waktu yang lama,” tuturnya.
Ia melanjutkan, intensity atau intensitasnya harus dilakukan dengan intensitas ringan sampai sedang. Menurut Michael, idealnya gerakan dihitung menggunakan perhitungan 50-70 persen dari denyut nadi maksimal.
“Jika tujuannya untuk menjaga kesehatan jantung, maka denyut jantung harus 100-140 per menit,” katanya.
Ia menyebut jantung yang lebih sehat setelah olahraga teratur ditandai dengan denyut jantung yang melambat. Dengan begitu, volume darah yang dipompa akan lebih banyak, sehingga jantung dapat bekerja lebih efisien.
Kemudian aturan olahraga yang sesuai syarat FITT setidaknya dilakukan selama 150 menit seminggu, dengan perhitungan 3-5 kali seminggu selama minimal 30 menit. Sementara untuk aturan type atau tipe, olahraga terbagi antara aerobik dan anaerobik.
“Untuk jantung sehat, maka olahraganya harus aerobic. Kalau mau tambahin anaerobik, harus dilakukan dengan basic berat badan, seperti push up atau angkat beban. Tipe olahraganya juga harus melihat sesuai tujuannya. Kalau memang ingin menurunkan berat badan, jangan olahraga naik turun tangga, karena bisa membuat cedera kaki,” jelasnya.
Michael pun menyarankan untuk melakukan latihan sederhana di rumah selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akibat virus Corona.
“Ada penelitian dari Fukuoka, jalan cepat bolak-balik ke dinding itu cukup untuk meningkatkan kebugaran, asalkan ada niat,” tutupnya.