
TIKTAK.ID – Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengatakan akan membawa perusahaan yang dipimpinnya itu menjadi perusahaan minyak kelas dunia. Ahok menulis hal itu di akun Instagram pribadinya @basukibtp pada Selasa (10/12/19), bertepatan dengan ulang tahun ke-62 Pertamina.
Ahok mengatakan, untuk mencapai tujuan itu perlu kerja sama dan kekompakan dari semua pihak.
“Saya yakin dengan kekompakan serta kerja sama kita semua serta ridho Tuhan, dapat membawa Pertamina menjadi perusahaan kelas dunia,” tulis mantan Gubernur DKI Jakarta itu.
Baca juga: Jokowi Tugasi Ahok Kawal Pembangunan Kilang Minyak Baru yang 34 Tahun Gagal Dibangun Pertamina
Perjalanan Pertamina selaku pengelola energi nasional ke depan tidak mudah karena tantangan bisnis semakin dinamis sesuai dengan perkembangan zaman. Untuk itu, Ahok mengajak seluruh jajaran Pertamina agar mengubah pandangan mereka.
Menurut Ahok, hambatan akan menjadi peluang dan pengingat untuk terus bekerja sama dengan baik.
“Mari kita memandang tantangan ini sebagai bagian dari peluang,” kata Ahok.
Sebelumnya, saat Presiden Joko Widodo menunjuk Ahok sebagai Komisaris Utama Pertamina menggantikan Tanri Abeng, Dahlan Iskan ikut berkomentar. Mantan Menteri BUMN itu mencoba mengukur kemampuan Ahok. Dahlan menilai Ahok belum tentu mampu menjadi Komisaris Utama Pertamina.
Baca juga: Ketemu Tokoh yang Berjasa Mengirimnya ke Penjara, Begini Reaksi Ahok
“Komut tidak seberat Dirut, karena pekerjaan Komut adalah pengawas. Ia mengawasi Direksi, bukan menjalankan (perusahaan),” imbuh Dahlan, dilansir CNBC Indonesia.
Dahlan mengatakan, yang menjalankan perusahaan adalah Direksi. Menurutnya, kapasitas Ahok tidak hanya bisa bekerja pada tataran pengawas, tetapi sebagai pelaksana juga bisa.
“Menjadi Dirut pun Ahok mampu. Saya tidak pernah meragukan kemampuan Ahok,” tegasnya.
Dahlan juga memberi penjelasan mengenai perbedaan “mampu” dan “Mampu”. Bagi Dahlan, keduanya tidak sama.
“Mampu menarik benang dari tepung adalah ‘mampu’. Mampu menarik benang dari tepung tanpa membuat tepungnya terhambur adalah ‘Mampu’,” jelas Dahlan.
Dahlan juga menuturkan bahwa Komisaris dan Direksi harus harmonis. Ia berpendapat keharmonisan menjadi hal penting agar perusahaan cepat mengambil putusan.
Selain itu, kata Dahlan, penilaian kepada Komisaris biasanya terbatas pada bagaimana hubungannya dengan Direksi. Dalam hal ini, orang luar tidak akan tahu prestasi Komisaris, namun yang tahu harmonis atau tidak hanya internal perusahaan sendiri.